Nasib Pendidikan di Papua Pada Era Jokowi–Jk

 

Papua, Pulau/ Provinsi yang tidak lagi asing di telinga dan mata kita dengan barbagai rupa persoalan masyarakat Papua semakin marak diperbincangkan di setiap lapisan sosial masyarakat Indonesia dan bahkan mendapatkan perhatian khusus di dunia internasional. Dari persoalan pembangunan, ekonomi, kesehatan hingga soal Pendidikan, rasanya tak punya ujung penyelesaiannya. Namun, patut kita sadari bahwasanya membangun Papua tidak semudah mengedip mata, pemerintah Indonesia membutuhkan waktu yang mungkin saja lama dalam menyesuaikan pembangunan yang sesuai dan menyentuh pada kebutuhan pokok masyarakat (Prioriatif).

Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat memang menjadi prioritas di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, keseriusan ini di buktikan dalam Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tim Kajian Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Bagi Pembangunan Ekonomi Papua. Hingga sampai saat ini, Presiden Joko Widodo telah melakukan 5 kali kunjungan di Pulau mutiara hitam itu.

Sebuah tulisan di muat dalam blog KOMPASIANA 4 April 2016 12:12 Diperbarui: 4 April 2016 12:23. Namun sayangnya, beberapa kebijakan yang dibuat pemerintah untuk rakyat Papua dirasa belum menyentuh dan memihak penduduk lokal. Salah satunya adalah peresmian sawah oleh Presiden Jokowi seluas 43 ribu hektare. Dilansir CNN Indonesia, tokoh agama Papua dari Gereja Injil Di Indonesia (GIDI), Dorman Wandikmbo mengatakan, pembukaan lahan sawah hanya menguntungkan para pendatang. Sementara, penduduk lokal membutuhkan lahan perkebunan karena makanan mereka adalah umbi-umbian seperti ubi, singkong, dan sagu. Sehingga masyarakat, belum merasakan program pemerintah yang menyentuh pada kebutuhan penting dalam membangun Sumber Daya di Pulau cendrawasih tersebut.

“Papua saat ini memang membutuhkan pembangunan yang modern, namun yang paling terpenting adalah bagaimana rakyat Papua bisa mendapat pendidikan dan keahlian dalam berbagai bidang, salah satunya menjadi wirausaha dan pemanfaatan teknologi.”

Saya menilai memang pembangunan Papua menjadi kota yang modern memang perlu namun kesejahteraan rakyat Papua harus lebih diutamakan. Pemerintah dalam hal ini jangan hanya fokus pada pembangunan berskala besar di Papua sementara pendidikan masyarakat lokal masih tertinggal jauh. Sebab, pendidikan merupakan tolak ukur mendasar dalam perkembangan sebuah bangsa yang dapat melahirkan generasi-generasi emas.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru