Wali Murid Keluhkan Pungutan

Adanya ke
bijakan program dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah tentu berdampak positif bagi dunia pendidikan baik untuk siswa sendiri (wali murid) dan pihak sekolah sebagai penyelenggara pendidikan. Kelancaran proses belajar mengajar sudah pasti lebih baik dibandingkan pada saat belum adanya program bantuan sekolah ini.

Tapi disisi lain yang perlu dipahami, keberadaan dana BOS kini membuat orang tua/wali murid sangat sensitive dan kritis dengan kebijakan yang dilakukan oleh pihak komite sekolah, terutama jika kebijakan itu ternyata melibatkan juga peran serta  siswa (wali murid) dalam hal sumbangan, iuran, atau “pungutan” dalam bahasa lainnya.

Seperti yang dialami oleh wali murid SDN 18 Mataram yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa diawal tahun ajaran baru kemarin, pihak komite sekolah mengundang pihak wali murid rapat dan salah satu hasil keputusan rapat adalah membebankan kepada setiap wali murid Rp. 250.000 untuk pembangunan Mushola.

Menurut pengakuannya bahwa banyak wali murid yang sebenarnya keberatan tapi tidak ada yang berani bersuara langsung dengan berbagai macam alasan. Ada yang memang tidak berani, malu dan bisa jadi karena kuatir akan kenyamanan anaknya yang belajar di sekolah tersebut. Alasan yang terakhir sudah bukan rahasia lagi karena sering diungkapkan oleh wali murid yang berbeda pada kasus kasus serupa.

Dana BOS meski memiliki tujuan yang sama yakni meringankan semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan, Siswa (Wali Murid) dan Sekolah, namun dalam pelaksanaannya terkesan memiliki perbedaan kepentingan di antara keduanya. Hal ini menjadi tugas bagi pihak sekolah untuk menyampaikan informasi yang sejelas jelasnya kepada wali murid terkait keberadaan Dana BOS dengan segala “tetek bengek” didalamnya. agar tidak saling mencurigai.

Hal sederhana  yang perlu pihak sekolah lakukan terkait dana BOS  adalah memberikan pemahaman kepada para wali murid tentang PERBEDAAN ANTARA SUMBANGAN DAN PUNGUTAN. Sebab menurut aturan pemerintah sumbangan memang bisa diminta dari orang tua siswa, tetapi tidak untuk seluruh orang tua, karena sifatnya suka rela. Ketika sumbangan itu diberlakukan untuk seluruh orang tua, itu jatuhnya jadi pungutan. KIM2 SELAPARANG

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru