SMAN 1 Monta Kekurangan RKB

KM. Tantonga, - Kondisi SMAN 1 Monta saat ini masih sangat membutuhkan polesan di beberapa bagian bahkan masih banyak ruang kelas yang masih belum tercukupi. Sejak didirikan tahun 2004 silam, sekolah negeri pertama di monta ini belum pernah memperoleh tambahan bangunan baru.

Terutama untuk ruangan praktek seperti laboratorium dan ruangan BP/BK. “Saat ini untuk ruangan BP/BK kita pakai ruangan seadanya itupun disekat dengan ruang OSIS,” terang H. Sulistyo Widodo, S.Pd kepala SMAN 1 Monta yang ditemui di ruangannya Kamis kemarin.

Sebenarnya berbagai upaya telah dilakukan seperti loby pada pihak kabupaten dan propinsi bahkan ke pusat, pengajuan proposal telah sering diupayakan namun sampai dengan sekarang belum ada gambaran adanya respon untuk program penambahan ruang kelas baru (RKB). “Beberapa waktu lalu kita mendapat rehab tiga ruang kelas saja, masih banyak ruangan yang perlu direnofasi, namun kami sangat kekurangan ruangan kelas saat ini, itulah persoalan yang berat yang kami hadapi sekarang” ungkapnya.

Diterangkan pula bahwa untuk dua rombongan belajar terpaksa bergilir menggunakan ruang laboratorium, “Akibatnya banyak alat peraga laboratorium yang rusak, belum lagi kondisi ruangan yang telah dibuat khusus untuk laboratorium yang tentunya ini sangat tidak memenuhi standard ruang kelas,” keluhnya.

Bahkan dari beberapa kali pergantian pucuk pimpinan di sekolah ini keluhan yang sama belum juga mendapat jalan keluarnya, belum lagi kondisi pagar sekolah yang masih terus dilakukan dengan dana sokongan komite sekolah melalui sumbangan orang tua siswa. “Keikhlasan warga Monta untuk ikut mendukung pembangunan sekolah sudah sangat tinggi kendati itu sebatas pembangunan pagar yang masih terus berjalan. Dan sebelum kehadiran BOS andalan kami untuk kelanjutan operasional dan kesejahteraan guru pegawai hanya pada sumbangan komite,” terang pria kelahiran Sleman DI Yogyakarta 1960 ini

Sulis mengaku bahwa sejak dirinya dipercaya sebagai pengambil kebijakan di sekolah ini berbagai terobosan telah dilakukan dan saat ini masih banyak hal yang harus dicapai, “Saya merasa belum melakukan apa-apa untuk sekolah ini karena dengan sekuat tenaga dan pikiran yang saya kerahkan meski membuahkan hasil namun dari banyaknya kebutuhan dan kekurangan terasa itu semua belum berarti apa-apa,” ungkapnya merendah.

Pria yang diusianya sekarang masih agresif sebagai pemain bulu tangkis ini berencana akan melakukan rehab total ruangan laboratorium Biologi untuk ruang kelas. “Jika pemerintah daerah berkenan memberikan dana rehab tahun ini, hal pertama yang akan kami lakukan adalah alih fungsi laboratorium biologi menjadi ruang kelas sebab alat peraga juga belum ada untuk kegiatan praktik,” terangnya.

Ia berharap kepada semua pihak agar ikut mendukung rencana tersebut baik itu komite sekolah lebih-lebih pemerintah. “Karena semua keinginan ini tanpa dukungan dari pihak-pihak itu maka tidak akan terwujud, sementara para guru dan terlebih siswa itu sendiri dikhawatirkan tidak nyaman dan akan berpengaruh pada konsentrasi KBM,” tutupnya.[Leo] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru