Diduga Pungli, Kepala SMAN1 Monta Di Demo

KM. Portal Himpas, - Dengan dasar kepedulian dan keprihatinan terhadap carut-marut dunia pendidikan yang terjadi di Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Sekelompok mahasiswa yang mengatas namakan Front Mahasiswa dan Pemuda Peduli Pendidikan (FM3P) melakukan aksi demonstrasi di depan SMA Negeri 1 Monta. Menuntut kepala sekolah agar turun dari jabatannya karena dinilai tidak mampu membawa kemajuan bagi satuan pendidikan di SMAN 1 Monta.

Aksi Demonstrasi yang dilakukan pada hari selasa pagi (18/2/14) itu, menarik banyak perhatian pengguna jalan. Pasalnya  mahasiswa tertahan dipintu gerbang sekolah dan masa aksi memenuhi ruas jalan sehingga menyebabkan sedikit kemacetan bagi pengguna jalan. Setelah berusaha menerobos pintu gerbang akhirnya pejabat sekolah bersedia menerima kehadiran mahasiswa untuk menyampaikan unek-uneknya.

Alimuddin, Koordinator aksi menjelaskan, Demonstrasi dilakukan sebagai  bentuk kepedulian dan keprihatinan Mahasiswa dan Pemuda terhadap carut-marut dunia pendidikan, terutama disekolah menengah atas SMAN 1 Monta karena dinilai ada indikasi pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan alasan untuk membiayai kegiatan Les.

“Kenapa pihak sekolah masih membebankan biaya Les sebesar 200 ribu kepada orang tua murid, sementara Pemerintah telah membiayai setiap kegiatan belajar siswa dengan mengucurkan Dana Bos pada setiap sekolah dan mustahil dana Bos tidak dapat digunakan untuk membiayai kegiatan Les,” terangnya.

Ketika  kita mengacu pada  amanat UU No. 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional bahwa salah satu tujuan pendidikan nasional adalah menciptakan generasi cerdas dan berahlak mulia. “Namun realitas yang terjadi banyak sekali penyimpangan yang dilakukan oleh beberapa oknum disatuan pendidikan yang sangat jauh dari  amanat Undang-undang tersebut,” katanya.

Selain itu, dalam proyek rehabilitasi 5 ruangan kelas yang dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah dengan anggaran sebanyak 310 juta rupiah  yang bersumaber dari dana DAK tahun 2013 dinilai ada indikasi mark-up anggaran yang dilakukan  karena secara kasat mata pengadaan mebelir seperti meja dan kusri siswa yang  tidak memenuhi standar karena laci tempat menyimpan buku dan alat tulis siswa hanya dipasangi triplek tipis dengan ukuran 5 ml belum lagi dengan rehap gedung dan lainnya.

Dalam hal ini kami belum dapat memastikan karena belum mencocokan dengan RAB untuk itu pada kesempatan ini kami akan meminta RAB kepada pihak sekolah untuk dipelajari “ketika ditemukan ada indikasi penyimpangan kami akan melakukan klarifikasi dan akan melaporkan temuan kepada Inspektorat atau BPK dan pihak-pihak terkait lainnya yang akan menindak lanjuti kasus ini,” tegas, Alimuddin.

Menanggapi persoalan ini, Kepala sekolah SMAN1 Monta, Sulistyo Widodo, S.Pd, menjelaskan “pihak sekolah bersedia  mengembalikan uang les sejumlah 200 ribu yang telah dipungut dari orang tua siswa tersebut,” jelasnya.

Terkait masalah Rehabilitasi kata, Sulis, “pihak sekolah telah melakukan semua prosedur termasuk membetuk panitia yang akan mengawasi dan melaksanakan kegiatan rehap, mengenai adanya atap yang bocor, tukang yang menangani proyek telah memperbaikinya, sampai sekarang sudah tidak ada lagi kebocoran,” kata dia [AW]  - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru