logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ijazah Tak Linier, Kuliah Harus Diulang

Ijazah Tak Linier, Kuliah Harus Diulang

Kersahan kali ini terjadi pada guru-guru yang sudah memiliki Ijazah Sarjana yang ditempuh bertahun-tahun guna mencapai tuntutan kualitas dunia pendidikan yang

Pengaduan Pendidikan

KM Sambalia
Oleh KM Sambalia
05 Mei, 2014 08:06:17
Pengaduan Pendidikan
Komentar: 2
Dibaca: 125160 Kali

Kersahan kali ini terjadi pada guru-guru yang sudah memiliki Ijazah Sarjana yang ditempuh bertahun-tahun guna mencapai tuntutan kualitas dunia pendidikan yang dimaksudkan oleh Negara Indonesia tercinta ini. Akan tetapi perjuangan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dengan biaya yang tidak terbilang murah menjadi sia-sia saja, karena aturan yang dibuat oleh pemerintah melalui Kemendiknas seperti yang disampaikan oleh Marwan,S.PdSD pengelola Pokja UPJJ Kecamatan Aikmel yang mengharuskan mengulangi pendidikannya bagi para guru yang tidak linier ijazahnya dengan bidang tugasnya seperti jika seorang guru mengajar di Sekolah Dasar yang ijazahnya seperti Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia, Sarjana Pendidikan Matematika, Sarjana PPKN, Pendidikan Sejarah, Ekonomi, Geografi, Biologi, fisika dan lainnya diharuskan mengulang kuliah mengambil jurusan Sarjana Pendidikan Sekolah Dasar. Sehingga Universita Terbuka Mataram mengadakan perkuliahan khusus bagi guru SD yang sudah Sarjana mengulang keserjanaannya dengan jumlah semester yang direncanakan 3 (tiga) semester dengan jumlah kelas 3 rombel serta jumlah perkelas 25 orang sehingga berjumlah 75 orang.

Padahal pendidikan yang telah ditempuh dan diselesaikan pada masa yang lalu dikarenakan belum adanya program Sarjana Pendidikan Sekolah Dasar bagi guru SD, sehingga para guru mengambil jurusan yang ada pada Univesitas Pendidikan yang diakui, terakreditas dan dapat terjangkau lokasinya. Guru yang mengajar di sekolah Dasar bukan hanya berpendidikan S1 (sarjana) saja melainkan ada yang sudah menyandang pendidikan S2 (Megister) yang diselesaikan dari berbagai Perguruan Tinggi yang terdapat di NTB seperti L.Suahimi Hamdi,M.Pd guru SD yang sudah menyelesaikan S1 dan S2 jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Univesitas Mataram. Karena beliau guru Sekolah Dasar dan setifikasi dari SD apakah beliau harus mengulang kuliah mengambil Sarjana (S1) yaitu  Sarjana Pendidikan Sekolah Dasar dengan gelar S.Pd.SD dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah melalui Mendiknas mengharuskan guru yang mengajar di Sekolah Dasar walaupun sudah berijazah S2 (Megister) pun harus mengulang mengambil Pendidikan Guru SD. Kelihatannya aturan ini sangat lelucon saja sehingga perlu dikaji kembali menurut Mahidi Guru SDN 2 Labuhan Haji, dimana guru yang belum Sarjanan (S1) saja masih banyak dan diberikan tunjangan gaji sertifikasi, mengapa guru yang sudah berkualifikasi sarjana harus diserjanakan lagi seperti peribahasa jeruk makan jeruk.

Padahal tujuan yang ingin ditempuh pada dunia pendidikan adalah perubahan prestasi atau kualitas pendidikan bagi siswa sehingga tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sesaui dengan Undang-undang Dasar 1945 alenia keempat, mengapa Mendiknas membuat aturan yang harus membingungkan para pendidik bahkan mendifrensialkan atau menurunkan wibawa, semangat serta mendeskriditkan para guru yang mengajar di SD. Jika dikaji dari sertifikasi yang telah dilakukan oleh para guru dengan pendidikan bidang studi umum seperti di atas, maka kualitasnya tidak kalah dengan yang berijazah Sarjana Pendidikan SD, bahkan lebih hebat karena diantara beliau ada yang mengajar di Perguruan Tinggi Swasta seperti STKIP Hamzanwadi Selong, STMIK NW Anjani, STIE Selong, IKIP Mataram dan lain sebagainya.

 

Baca Juga :


Apakah ini menjadi keraguan bagi pemerintah akan kemampuan guru Sekolah Dasar (SD) yang berijazah Pendidikan Umum seperti di atas, bukanlah menjadi dasar yang utama bagi pemerintah untuk mengkaji dan menyimpulkan pendidikan yang telah diselesaikan oleh para guru yang mengambil dan berijazah S1 dan S2 bidang studi umum atau bukan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (SD). Jika prestasi yang diinginkan oleh pemerintah untuk anak bangsa ini menurut Masyur,S.Pd dan Kadir Alpan Alaydrus,S.Pd bukan harus mengulang pendidikan dari awal melainkan melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi misalnya S2 (megister) dan S3 (doctor) PGSD baru merupakan solusi dan memberikan semangat yang baru dan berwibawa bagi para guru. Dan diyakini oleh para guru Sekolah Dasar jika diberikan peluang untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi pasti dapat menyelesaikannya dengan baik, seperti yang telah diungkapkan oleh ketua PB PGRI DR.Susilo,M.Si yang juga menjadi Rektor Univesitas PGRI melalui konfrensi PGRI Propinsi NTB di Hotel Paradiso tahun 2012 yang pernah menjadi guru Sekolah Dasar (SD) yang karena kemauannya beliau bisa menjadi dosen dan menyelesaikan Doktornya. Apakah melalui peritiwa diatas tersebut tidak menjadi kajian bagi pemerintah melalui Mendiknas untuk mengkaji dan mencari solusi yang membangun. (Aponk) - 05



 
KM Sambalia

KM Sambalia

TTL : Sambalia, 24 Februari 2014 anggota : 1.Kadir alpan alaydrus,S.Pd, 2.Adi Jumaidi,spd, 3.Oslan Nusifera, 4.Abdul Qudus,spd, 5.Raihanun,spd Email: kadiralaydrusspd@gmail.com, HP. 081805200292, 087763050848

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM Al-Hikmah

    KM Al-Hikmah

    05 Mei, 2014

    alangkah lucunya negeri ini.. semoga bisa berbenah lebh baik


  • KM Kaula

    KM Kaula

    05 Mei, 2014

    ini yang membuat kita tidak habis pikir dengan model pendidikan di Indonesia, hampir tiap tahun ganti aturan dan model pendidkan, tapi hasilnya justru moral anak didik terus saja mengalami degradasi, sementara ulama-ulama dulu yang nyaris tidak pernah melihat aturan dan model pembelajaran yang diatur pemerintah justru moral anak didik waktu itu luar biasa.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan